BPBD KAB. SAROLANGUN LAKUKAN GROUNDCHECK HOTSPOT DI DESA RANTAU GEDANG, BATIN VIII
Sarolangun, 2 September 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sarolangun (BPBD Kab. Sarolangun) bersama unsur Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melaksanakan groundcheck lapangan terhadap informasi titik panas (hotspot) yang terpantau di Desa Rantau Gedang, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun.

Berdasarkan hasil pemantauan hotspot pada Selasa, 1 September 2026, terdapat informasi titik panas di wilayah Desa Rantau Gedang yang bersumber dari BMKG Provinsi Jambi. Informasi tersebut terdeteksi melalui satelit TERRA serta NOAA20/SNPP dengan tingkat kepercayaan (confidence) sedang.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Satgas Karhutla melaksanakan groundcheck lapangan pada Rabu, 2 September 2026. Tim melakukan pengecekan pada dua lokasi dengan koordinat masing-masing S -2.323318, E 102.454660 dan S -2.317335, E 102.461469.
Dari hasil pengecekan di lapangan, tim menemukan kondisi lahan yang sudah terbakar. Area tersebut merupakan tumbangan karet tua yang digunakan dalam kegiatan pembukaan lahan baru atau stackingan. Vegetasi yang terdapat di sekitar lokasi berupa sawit dan karet, dengan jenis tanah mineral serta berada pada kawasan dengan fungsi Areal Penggunaan Lain (APL).

Berdasarkan hasil pendataan sementara, luas lahan diperkirakan sekitar ±2 hektare, sedangkan luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar ±1 hektare. Saat dilakukan pengecekan, kondisi api dinyatakan sudah padam.
Tim juga mencatat jarak antara hotspot 1 dan hotspot 2 sekitar ±300 meter. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi aktual di lapangan sekaligus mengambil data terkait lokasi dan kondisi lahan yang terdampak.
Selain melakukan groundcheck, personel Satgas Karhutla juga melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat di Desa Rantau Gedang. Sosialisasi dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Kegiatan tersebut melibatkan personel dari Manggala Agni, TNI, POLRI, dan BPBD. Dalam pelaksanaan di lapangan, tim menggunakan 5 unit sepeda motor serta alat navigasi untuk mendukung mobilitas dan penentuan lokasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi dan apel keberangkatan. Setelah tiba di lokasi hotspot yang dituju, tim melakukan pengecekan kondisi lapangan, pengambilan data, memastikan kondisi api, serta melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat.
Dari hasil kegiatan tersebut, lokasi hotspot berhasil didatangi dan kondisi lahan yang ditemukan telah terbakar dengan status api padam. Seluruh hasil pengecekan dan data kondisi lapangan selanjutnya menjadi bahan dalam penyusunan laporan kegiatan Satgas Karhutla Kabupaten Sarolangun.
KEBAKARAN LAHAN DI DESA BERNAI BERHASIL DIPADAMKAN, BPBD KAB. SAROLANGUN LAKUKAN PENANGANAN
BPBD KAB. SAROLANGUN TANGANI KEBAKARAN LAHAN 5 HEKTARE DI DESA LUBUK RESAM
BPBD KAB. SAROLANGUN LAKUKAN GROUNDCHECK HOTSPOT DI DESA RANTAU GEDANG, BATIN VIII
HARI KESEPULUH, PEMADAMAN KARHUTLA DI DESA LUBUK KEPAYANG TERUS BERLANJUT
HARI KETUJUH, SATGAS KARHUTLA TERUS LAKUKAN PEMADAMAN DI DESA SUNGAI ABANG
HARI KESEMBILAN, PEMADAMAN KARHUTLA DI DESA LUBUK KEPAYANG TERUS DILAKUKAN
HARI KEENAM, SATGAS KARHUTLA KEMBALI LAKUKAN PEMADAMAN DI DESA SUNGAI ABANG
HARI KELIMA, SATGAS KARHUTLA LANJUTKAN PEMADAMAN DI DESA SUNGAI ABANG
HARI KEDELAPAN, PEMADAMAN KARHUTLA DI DESA LUBUK KEPAYANG TERUS DILANJUTKAN
HARI KETUJUH, SATGAS KARHUTLA LANJUTKAN PEMADAMAN DI DESA LUBUK KEPAYANG
SATGAS KARHUTLA KEMBALI LAKUKAN PEMADAMAN DI DESA SUNGAI ABANG, LUAS TERBAKAR DIESTIMASI 30 HEKTARE
Satgas Karhutla Kembali Lakukan Pemadaman di Desa Sungai Abang, Hari Ketiga
Loading...