HARI KESEMBILAN, PEMADAMAN KARHUTLA DI DESA LUBUK KEPAYANG TERUS DILAKUKAN

HARI KESEMBILAN, PEMADAMAN KARHUTLA DI DESA LUBUK KEPAYANG TERUS DILAKUKAN

Ditulis oleh Sin | 20
Dibuat pada 29 August 2026
Karhutla

HARI KESEMBILAN, PEMADAMAN KARHUTLA DI DESA LUBUK KEPAYANG TERUS DILAKUKAN

Sarolangun, 29 Agustus 2026 – Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Sarolangun kembali melanjutkan kegiatan pemadaman kebakaran lahan di Desa Lubuk Kepayang, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Sabtu (29/8/2026). Penanganan kebakaran di lokasi tersebut telah memasuki hari kesembilan.

Informasi mengenai kebakaran diperoleh dari Kepala Desa Lubuk Kepayang. Pada hari kesembilan, Manggala Agni melakukan pemadaman pada dua lokasi. Lokasi pemadaman Tim 1 berada pada koordinat S -2.107163 dan E 102.741506, sedangkan lokasi pemadaman Tim 2 berada pada koordinat S -2.10794 dan E 102.73865.

Berdasarkan kondisi lahan di lapangan, lokasi kebakaran berada pada kawasan dengan status Areal Penggunaan Lain (APL). Lahan merupakan lahan masyarakat, namun pemilik lahan tidak diketahui. Luas lahan tidak diketahui, sementara luas area yang terbakar diperkirakan mencapai ±280 hektare. Pada kegiatan hari kesembilan, luas area yang berhasil dilakukan pemadaman diperkirakan sekitar ±2 hektare.

Tutupan lahan di lokasi berupa pakis, resam, dan kumpai, dengan vegetasi sekitar berupa sawit dan mahang. Konsentrasi penduduk di sekitar lokasi nihil. Kondisi topografi berupa dataran, dengan tipe kebakaran meliputi bawah, permukaan, dan tajuk. Jenis tanah di lokasi merupakan gambut, dengan sumber air yang dimanfaatkan berasal dari kanal dan embung. Akses menuju lokasi dapat dilalui menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dalam pelaksanaan pemadaman, Tim 1 melakukan pemadaman secara langsung dengan cara memutus penjalaran kepala api menggunakan dua mesin dari sisi kiri dan kanan atau dari dua arah. Setelah pemadaman, tim juga melakukan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam pada area yang telah ditangani.

Sementara itu, Tim 2 melakukan pemadaman dari sisi kanan pada jari-jari api dengan teknik menyerang dan memotong penjalaran api. Tim juga melaksanakan pendinginan serta melakukan pelebaran pada sekat bakar yang telah dibuat sebelumnya.

Pemadaman turut dilakukan menggunakan peralatan mekanis dari sisi yang berbeda dengan memanfaatkan sumber air dari kanal. Upaya tersebut dilakukan untuk membantu mengendalikan api pada area yang terbakar dan mencegah penjalaran lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi api di lokasi masih berasap atau subsurface fire dan belum dinyatakan padam. Oleh karena itu, kegiatan pemadaman akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan, tim menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber air serta medan dan kondisi lahan yang sulit dan berisiko bagi petugas. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan pemadaman, khususnya pada area dengan jenis tanah gambut.

Kegiatan berlangsung dengan kondisi cuaca pagi cerah berawan, siang cerah berawan, dan sore cerah. Untuk mendukung mobilitas personel, Manggala Agni menggunakan 2 unit mobil Strada dan 4 unit sepeda motor.

Adapun peralatan Manggala Agni yang digunakan terdiri dari 4 set mesin ministrike, 1 set mesin Waterax, 42 unit selang penyalur, 8 unit nozzle, 4 unit Y connector, 2 unit alat P3K, dan 1 unit embung. Selain itu, digunakan peralatan manual berupa 4 unit jet shooter, 2 unit Pulaski, 3 unit garu tajam, 1 unit garu pacul, 2 unit kepyok, dan 4 unit golok.

Kegiatan pemadaman pada hari kesembilan dilaksanakan oleh Manggala Agni sebanyak 2 tim. Tim terus melakukan pemadaman, pendinginan, serta pelebaran sekat bakar pada area yang telah ditangani, dengan tetap memperhatikan kondisi medan dan keselamatan petugas.

Satgas Karhutla akan melanjutkan kembali kegiatan pemadaman di Desa Lubuk Kepayang pada hari berikutnya, mengingat kondisi api masih berasap dan belum dinyatakan padam.

 

Bagikan: