HARI KEDELAPAN, PEMADAMAN KARHUTLA DI DESA LUBUK KEPAYANG TERUS DILANJUTKAN

HARI KEDELAPAN, PEMADAMAN KARHUTLA DI DESA LUBUK KEPAYANG TERUS DILANJUTKAN

Ditulis oleh Sin | 16
Dibuat pada 28 August 2026
Karhutla

HARI KEDELAPAN, PEMADAMAN KARHUTLA DI DESA LUBUK KEPAYANG TERUS DILANJUTKAN

Sarolangun, 28 Agustus 2026 – Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Sarolangun kembali melanjutkan kegiatan pemadaman kebakaran lahan di Desa Lubuk Kepayang, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jumat (28/8/2026). Penanganan kebakaran di lokasi tersebut telah memasuki hari kedelapan.

Informasi mengenai kebakaran diperoleh dari Kepala Desa Lubuk Kepayang. Pada kegiatan hari kedelapan, tim melakukan pemadaman pada dua lokasi. Lokasi pemadaman Tim 1 berada di koordinat S -2.10238 dan E 102.73808, sedangkan lokasi pemadaman Tim 2 berada di koordinat S -2.1063 dan E 102.74012.

Berdasarkan kondisi di lapangan, lokasi kebakaran berada pada kawasan dengan status lahan Areal Penggunaan Lain (APL) dan merupakan lahan masyarakat, namun pemilik lahan tidak diketahui. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±280 hektare, sedangkan luas area yang berhasil dilakukan pemadaman pada kegiatan hari ini diperkirakan sekitar ±2,2 hektare.

Tutupan lahan di lokasi berupa pakis, resam, dan kumpai, sementara vegetasi di sekitar area berupa sawit dan mahang. Konsentrasi penduduk di sekitar lokasi nihil. Kondisi topografi berupa dataran dengan jenis tanah gambut. Tipe kebakaran yang ditemukan meliputi kebakaran bawah, permukaan, dan tajuk.

Untuk mendukung proses pemadaman, tim memanfaatkan sumber air yang berasal dari kanal dan embung. Akses menuju lokasi dapat dilalui menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Pada kegiatan hari ini, Tim 1 melakukan pemadaman secara langsung dengan memutus penjalaran kepala api menggunakan dua mesin dari sisi kiri dan kanan atau dari dua arah. Tim juga melakukan pemadaman menggunakan peralatan mekanis dengan sumber air dari kanal, serta melaksanakan pendinginan dan pelebaran pada sekat bakar yang telah dibuat sebelumnya.

Sementara itu, Tim 2 melanjutkan pemadaman dari sisi kiri jari-jari api dengan teknik menyerang dan memotong penjalaran api. Tim juga melakukan pendinginan serta pelebaran pada sekat bakar yang telah dibuat. Selain itu, pemadaman menggunakan peralatan mekanis dilakukan dari sisi yang berbeda dengan memanfaatkan sumber air dari kanal dan embung.

Dari hasil penanganan hari kedelapan, kondisi api masih ditemukan berasap dan belum dinyatakan padam. Oleh karena itu, proses pemadaman akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya untuk melakukan penanganan terhadap area yang masih berasap.

Dalam pelaksanaan pemadaman, tim masih menghadapi beberapa kendala, yaitu sumber air yang terbatas, medan dan kondisi lahan yang sulit serta berisiko bagi petugas, serta keterbatasan peralatan terutama selang penyalur.

Kegiatan berlangsung dengan kondisi cuaca pagi cerah berawan, siang cerah berawan, dan sore hari cerah. Untuk mendukung mobilitas personel, Manggala Agni menggunakan 2 unit mobil Strada dan 4 unit sepeda motor.

Adapun peralatan Manggala Agni yang digunakan terdiri dari 4 set mesin ministrike, 1 set mesin Waterax, 42 unit selang penyalur, 8 unit nozzle, 4 unit Y connector, 2 unit alat P3K, dan 1 unit embung. Selain itu, digunakan peralatan manual berupa 4 unit jet shooter, 2 unit Pulaski, 3 unit garu tajam, 1 unit garu pacul, 2 unit kepyok, dan 4 unit golok.

Kegiatan penanganan kebakaran pada hari kedelapan dilaksanakan oleh Manggala Agni sebanyak 2 tim dengan dukungan 1 orang masyarakat. Seluruh personel terus melakukan pemadaman, pendinginan, serta pelebaran sekat bakar sesuai kondisi di lapangan.

Satgas Karhutla akan melanjutkan kegiatan pemadaman di Desa Lubuk Kepayang pada hari berikutnya. Penanganan tetap dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi medan, ketersediaan sumber air, serta keselamatan petugas di lapangan.

 

Bagikan: