BPBD SAROLANGUN BERSAMA TIM GABUNGAN PADAMKAN KARHUTLA DI GUNUNG KEMBANG DAN KARANG MENDAPO

BPBD KABUPATEN SAROLANGUN BERSAMA TIM GABUNGAN LAKUKAN PEMADAMAN KARHUTLA DI GUNUNG KEMBANG DAN KARANG MENDAPO

Ditulis oleh Sin | 19
Dibuat pada 17 October 2026
Karhutla

BPBD KABUPATEN SAROLANGUN BERSAMA TIM GABUNGAN LAKUKAN PEMADAMAN KARHUTLA DI GUNUNG KEMBANG DAN KARANG MENDAPO

SAROLANGUN – Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kabupaten Sarolangun melaksanakan kegiatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di dua lokasi berbeda pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Lokasi pertama berada di Desa Gunung Kembang, Kecamatan Sarolangun, sedangkan lokasi kedua berada di Desa Karang Mendapo, Kecamatan Pauh, yang telah memasuki hari kedua pemadaman.

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan laporan masyarakat terkait kebakaran lahan di kedua lokasi tersebut. Dalam penanganannya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sarolangun (BPBD Kab. Sarolangun) bersama Manggala Agni, TNI, petugas pemadam kebakaran (DAMKAR), dan masyarakat melakukan upaya pemadaman sesuai dengan kondisi serta karakteristik lahan yang terbakar.

Pemadaman Karhutla di Desa Gunung Kembang

Pada lokasi pertama, kebakaran terjadi di Desa Gunung Kembang, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun. Berdasarkan laporan masyarakat, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 1,5 hektare, dengan luas lahan yang berhasil dipadamkan sekitar 1 hektare.

Lahan tersebut berstatus Areal Penggunaan Lain (APL), sementara pemilik lahan belum diketahui. Kondisi lahan yang terbakar berupa tebasan resam, pakis, dan semak belukar, dengan vegetasi di sekitarnya berupa tanaman sawit dan karet. Lokasi kebakaran berada di wilayah perbukitan dengan jenis tanah mineral dan tipe kebakaran permukaan.

Dalam upaya penanganan, tim melakukan pemadaman langsung menuju titik api serta penyekatan pada bagian kepala api. Selanjutnya, petugas melakukan pelebaran sekat bakar dan pendinginan di bagian tengah untuk mendukung proses pemadaman.

Pemadaman dilakukan menggunakan peralatan mekanis dengan memanfaatkan sumber air dari mobil tangki dan payau. Akses menuju lokasi dapat dilalui kendaraan roda empat sehingga mendukung mobilisasi personel dan peralatan yang digunakan selama kegiatan berlangsung.

Berdasarkan laporan kegiatan, pemadaman di Desa Gunung Kembang dinyatakan selesai dan api berhasil dipadamkan. Sekitar pukul 16.10 WIB, tim memutuskan untuk kembali ke markas. Selama pelaksanaan kegiatan di lokasi ini, tidak terdapat kendala yang dilaporkan.

Personel dan sarana pendukung yang terlibat meliputi satu tim Manggala Agni, dua personel TNI, satu tim BPBD, satu tim DAMKAR, serta tiga orang masyarakat. Dukungan transportasi terdiri atas satu unit mobil tangki dan dua unit sepeda motor dari Manggala Agni, serta satu unit kendaraan Strada, satu unit mobil tangki, dan dua unit sepeda motor dari BPBD.

Peralatan yang digunakan Manggala Agni meliputi dua unit mesin ministrike, 10 unit selang penyalur, dua unit selang hisap, tiga unit nozel, dan satu unit alat pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Sementara itu, BPBD mengerahkan kendaraan beserta peralatan pemadaman untuk mendukung kegiatan di lapangan.

Pemadaman Hari Kedua di Desa Karang Mendapo

Sementara itu, kegiatan pemadaman di lokasi kedua dilaksanakan di Desa Karang Mendapo, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun. Berdasarkan informasi dari masyarakat, kebakaran di lokasi tersebut telah memasuki hari kedua penanganan.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hektare, dengan kondisi lahan berstatus APL dan pemilik yang belum diketahui. Tutupan lahan berupa resam dan semak belukar, sedangkan vegetasi di sekitarnya terdiri atas tanaman sawit dan pakis.

Berbeda dengan lokasi pertama, kebakaran di Desa Karang Mendapo terjadi pada lahan bertopografi datar dengan jenis tanah bergambut. Tipe kebakaran yang teridentifikasi meliputi kebakaran permukaan dan tajuk. Sumber air untuk mendukung proses pemadaman berasal dari kanal, dengan akses menuju lokasi dapat dilalui kendaraan roda empat.

Pada hari pertama, luas lahan yang berhasil dipadamkan diperkirakan mencapai 0,5 hektare. Selanjutnya, pada hari kedua, tim melakukan pemadaman lanjutan dengan luas penanganan sekitar 1,2 hektare. Dengan demikian, total luas lahan yang telah dipadamkan selama dua hari mencapai sekitar 1,7 hektare.

Dalam pelaksanaan kegiatan hari kedua, petugas melakukan pemadaman lanjutan secara langsung pada titik api serta penyekatan kepala api. Pemadaman dilakukan dengan menggunakan peralatan mekanis dan memanfaatkan sumber air dari kanal.

Namun, keterbatasan sumber air menjadi kendala dalam proses penanganan kebakaran di lokasi tersebut. Berdasarkan laporan, sekitar pukul 05.40 WIB tim memutuskan untuk kembali ke markas, sementara api masih dinyatakan belum padam. Oleh karena itu, penanganan kebakaran di Desa Karang Mendapo masih memerlukan perhatian lebih lanjut.

Dalam kegiatan ini, Manggala Agni mengerahkan satu tim dengan dukungan tiga personel TNI dan dua orang masyarakat. Peralatan yang digunakan Manggala Agni meliputi tiga unit mesin ministrike, 20 unit selang penyalur, dua unit selang hisap, empat unit nozel, satu unit Y konektor, dan satu unit alat P3K. Sarana transportasi yang tercatat dalam laporan berupa satu unit sepeda motor.

Penanganan Karhutla Berdasarkan Kondisi Lapangan

Pelaksanaan pemadaman di kedua lokasi dilakukan dengan menyesuaikan kondisi lahan, tipe kebakaran, serta ketersediaan sumber air. Di Desa Gunung Kembang, pemadaman telah selesai dan api dinyatakan padam. Sementara itu, di Desa Karang Mendapo, api masih dinyatakan belum padam pada akhir kegiatan yang dilaporkan, dengan kendala utama berupa minimnya sumber air.

Berdasarkan laporan kegiatan Satgas Karhutla Kabupaten Sarolangun pada Sabtu, 17 Oktober 2026, upaya penanganan di kedua lokasi melibatkan unsur BPBD, Manggala Agni, TNI, DAMKAR, dan masyarakat sesuai dengan pelaksanaan kegiatan masing-masing lokasi.

Dokumentasi kegiatan pemadaman di kedua lokasi turut dilampirkan dalam laporan sebagai bagian dari dokumentasi pelaksanaan tugas di lapangan.

Bagikan: