BPBD KABUPATEN SAROLANGUN BERSAMA TIM GABUNGAN TANGANI KARHUTLA DI KARANG MENDAPO DAN PENARUN

SAROLANGUN – Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kabupaten Sarolangun melaksanakan kegiatan penanganan kebakaran hutan dan lahan di dua lokasi pada Selasa, 20 Oktober 2026. Lokasi pertama berada di Desa Karang Mendapo, Kecamatan Pauh, yang memasuki hari kelima pemadaman, sedangkan lokasi kedua berada di Desa Penarun, Kecamatan Bathin VIII.
Kegiatan penanganan kebakaran ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat dan informasi Satgas Kabupaten Sarolangun. Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sarolangun (BPBD Kab. Sarolangun) bersama Manggala Agni dan unsur terkait melaksanakan upaya pemadaman sesuai kondisi lahan dan situasi di lapangan.
Di Desa Karang Mendapo, Kecamatan Pauh, kebakaran terjadi pada lahan berstatus Areal Penggunaan Lain (APL), dengan luas terbakar diperkirakan mencapai 29 hektare. Pemilik lahan belum diketahui. Kondisi lahan didominasi resam dan semak belukar, dengan vegetasi di sekitarnya berupa tanaman sawit dan pakis.
Lokasi kebakaran memiliki topografi datar dengan jenis tanah bergambut. Tipe kebakaran yang terjadi meliputi kebakaran permukaan dan tajuk. Dalam pelaksanaan pemadaman, tim memanfaatkan sumber air dari kanal dan mobil tangki, dengan akses menuju lokasi dapat dilalui kendaraan roda empat.
Pada hari kelima, tim melanjutkan pemadaman secara langsung menuju titik api serta melakukan penyekatan kepala api untuk menghambat penjalaran kebakaran. Pemadaman dilakukan menggunakan peralatan mekanis dengan memanfaatkan sumber air dari kanal dan mobil tangki.
Berdasarkan catatan kegiatan selama lima hari, luas lahan yang berhasil dipadamkan pada hari pertama mencapai sekitar 0,5 hektare, hari kedua 1,2 hektare, hari ketiga 1 hektare, hari keempat 1,5 hektare, dan hari kelima sekitar 2 hektare. Dengan demikian, total luas lahan yang telah dipadamkan diperkirakan mencapai 6,2 hektare.
Dalam kegiatan tersebut, tim menghadapi kendala berupa minimnya sumber air. Sekitar pukul 17.30 WIB, personel memutuskan untuk kembali ke markas, sementara api masih dinyatakan belum padam sehingga penanganan kebakaran di lokasi tersebut masih berlanjut.
Personel yang terlibat terdiri atas satu tim Manggala Agni, satu tim BPBD, dan satu tim RPK PT KDA. Adapun sarana dan peralatan yang digunakan meliputi dua unit mobil tangki, satu unit sepeda motor, empat unit mesin ministrike, 30 unit selang penyalur, empat unit selang hisap, enam unit nozel, dua unit Y konektor, serta satu unit alat P3K.
Sementara itu, penanganan kebakaran di lokasi kedua berlangsung di Desa Penarun, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun. Berdasarkan informasi Satgas Kabupaten Sarolangun, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 0,5 hektare, dengan luas yang berhasil dipadamkan sekitar 0,4 hektare.
Lahan yang terbakar merupakan lahan masyarakat dengan pemilik yang belum diketahui. Tutupan lahan berupa limbah tebasan dan tebangan, sementara vegetasi di sekitarnya berupa tanaman sawit dan karet. Lokasi tersebut memiliki topografi dataran, jenis tanah mineral, serta konsentrasi penduduk yang jarang.
Dalam upaya penanganan, petugas melakukan pemadaman pada sisi atau bagian yang berpotensi mengalami penjalaran api. Setelah api berhasil dikendalikan, tim melakukan pemeriksaan terhadap bara dan asap untuk memastikan kondisi di area yang ditangani.
Pemadaman dilakukan menggunakan peralatan mekanis dengan sumber air dari mobil tangki. Akses menuju lokasi dapat dilalui kendaraan roda empat sehingga mendukung pelaksanaan kegiatan pemadaman.
Berdasarkan laporan, pemadaman di Desa Penarun selesai dan api dinyatakan padam. Sekitar pukul 17.23 WIB, tim memutuskan untuk kembali ke markas. Selama pelaksanaan kegiatan, tidak terdapat kendala yang dilaporkan.
Kegiatan pemadaman di lokasi ini dilaksanakan oleh satu tim Manggala Agni dengan dukungan dua unit sepeda motor dan satu unit mobil tangki. Peralatan yang digunakan meliputi dua unit mesin ministrike, 11 unit selang penyalur, dua unit selang hisap, tiga unit nozel, satu unit Y konektor, serta satu unit alat P3K.
Penanganan karhutla di Desa Karang Mendapo dan Desa Penarun dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi lahan, tipe kebakaran, serta ketersediaan sumber air di masing-masing lokasi.
Di Desa Karang Mendapo, pemadaman memasuki hari kelima dengan total luas penanganan sekitar 6,2 hektare dari perkiraan luas terbakar 29 hektare. Namun, api masih dinyatakan belum padam pada akhir kegiatan karena proses pemadaman menghadapi kendala minimnya sumber air.
Sementara itu, di Desa Penarun, pemadaman pada lahan dengan luas terbakar sekitar 0,5 hektare berhasil diselesaikan, dengan luas penanganan diperkirakan mencapai 0,4 hektare dan api dinyatakan padam.
Laporan kegiatan Satgas Karhutla Kabupaten Sarolangun pada Selasa, 20 Oktober 2026, mencatat keterlibatan BPBD, Manggala Agni, RPK PT KDA, serta dukungan peralatan pemadaman dalam penanganan kebakaran di kedua lokasi tersebut. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bagian dari laporan pelaksanaan tugas di lapangan.
BPBD KABUPATEN SAROLANGUN BERSAMA TIM GABUNGAN TANGANI KARHUTLA DI KARANG MENDAPO DAN PENARUN
BPBD SAROLANGUN BERSAMA TIM GABUNGAN PADAMKAN KARHUTLA DI GUNUNG KEMBANG DAN KARANG MENDAPO
BPBD SAROLANGUN BERSAMA SATGAS KARHUTLA PADAMKAN 4 HEKTARE LAHAN DI LUBUK KEPAYANG
BPBD KABUPATEN SAROLANGUN BERSAMA SATGAS KARHUTLA LANJUTKAN PEMADAMAN DI LUBUK KEPAYANG
BPBD SAROLANGUN BERSAMA SATGAS KARHUTLA LAKUKAN GROUNDCHECK HOTSPOT DI RANTAU GEDANG
BPBD BERSAMA SATGAS KARHUTLA PADAMKAN KEBAKARAN LAHAN DI AUR GADING
BPBD KABUPATEN SAROLANGUN BAGIKAN 3.000 MASKER KN95 KEPADA MASYARAKAT DALAM PENANGANAN KARHUTLA
BPBD SAROLANGUN TINDAK LANJUTI HOTSPOT, TEMUKAN LAHAN TERBAKAR DI LIMBUR TEMBESI
BPBD SAROLANGUN TINDAK LANJUTI HOTSPOT, GROUNDCHECK LAHAN TERBAKAR DI DESA TINTING
BPBD BERSAMA SATGAS KARHUTLA GROUND CHECK HOTSPOT DI DESA TINTING
HOTSPOT TERDETEKSI, BPBD BERSAMA SATGAS KARHUTLA GROUND CHECK LAHAN TERBAKAR DI LADANG PANJANG
PEMADAMAN HARI KEDUA, BPBD SAROLANGUN BERSAMA SATGAS KARHUTLA PADAMKAN 15 HEKTARE
Loading...